100+ Istilah Mutasi (Gen, Kromosom, Somatik)

Kamu pasti pernah nonton film X-Men atau Spider-Man, kan? Di sana, mutasi genetik bisa bikin orang punya kekuatan super, seperti menyembuhkan diri atau memanjat dinding. Kamu pasti sudah tahu bagaimana mutasi mengubah mereka jadi pahlawan (atau penjahat).

Walaupun cerita kekuatan super itu fiksi, konsep mutasi (perubahan pada materi genetik) itu sendiri sebenarnya bukan cerita karangan, Sobat Pintar. Dalam ilmu biologi, mutasi benar-benar terjadi dan bukan sekadar konsep teoretis. Justru, mutasi adalah inti dari banyak mekanisme penyakit.

Nah, inilah mengapa materi ini penting banget. Memahami mutasi adalah landasan diagnostik molekuler (cara peneliti mendeteksi penyakit di level DNA) dan jadi faktor penentu respons terapi (yang menentukan kenapa satu obat manjur di satu orang, tapi tidak di orang lain).

Mutasi ini ada banyak jenisnya. Ada yang levelnya kecil banget (cuma mengubah satu ‘huruf’ kode gen) sampai yang levelnya masif (melibatkan seluruh kromosom!). Yang paling krusial, kamu harus paham bedanya mutasi somatik (yang terjadi di tubuhmu saja) dan germinal (yang bisa diwariskan ke anak).

Menguasai semua istilah ini sangat penting. Inilah yang membedakan antara seorang teknisi biasa dan ahli tenknologi laboratorium medis.

Ulasan ini sangat tepat untuk menemanimu nonton film superhero – eh bukan, maksudnya belajar memperkaya istilah/ glosariummu tentang mutasi genetik.

100+ Istilah Mutasi (Gen, Kromosom, Somatik)

Berikut adalah glosarium komprehensif yang merinci istilah-istilah kunci yang wajib kamu kuasai. Daftar ini disusun secara alfabetis untuk kemudahan referensi.

Istilah Kategori Definisi Singkat
Aberasi Kromosom Kromosom Istilah umum untuk kelainan pada struktur atau jumlah kromosom.
Akrosentrik Kromosom Kromosom di mana sentromer terletak sangat dekat dengan salah satu ujung (Contoh: Kromosom 13, 14, 15, 21, 22, Y).
Alel Umum Bentuk alternatif dari suatu gen yang terletak pada lokus yang sama di kromosom homolog.
Alel Letal Gen Alel yang ekspresinya menyebabkan kematian organisme, seringkali pada tahap embrio.
Aneuploidi Kromosom Kondisi di mana jumlah kromosom bukan kelipatan persis dari set haploid (misal: 2n-1 atau 2n+1).
Antisipasi Gen Fenomena di mana gejala penyakit genetik (seringkali repeat expansion) menjadi lebih parah dan/atau muncul pada usia lebih dini di generasi berikutnya.
Autosom Kromosom Kromosom apa pun yang bukan kromosom seks (gonosom). Manusia memiliki 22 pasang autosom.
Basa Nitrogen Umum Komponen pembangun DNA (Adenin, Guanin, Sitosin, Timin) dan RNA (Urasil menggantikan Timin).
Breakpoint (Titik Patah) Kromosom Lokasi spesifik pada kromosom di mana terjadi pematahan, seringkali mengarah ke delesi, inversi, atau translokasi.
Delesi (Deletion) – Gen Gen Hilangnya satu atau lebih pasangan basa nukleotida dari sekuens DNA.
Delesi (Deletion) – Kromosom Kromosom Hilangnya segmen besar dari kromosom, yang mengandung banyak gen.
Disomi Uniparental (UPD) Kromosom Kondisi di mana seseorang mewarisi kedua salinan kromosom homolog dari satu orang tua, dan tidak ada salinan dari orang tua lainnya.
DNA (Asam Deoksiribonukleat) Umum Molekul yang membawa instruksi genetik untuk perkembangan, fungsi, pertumbuhan, dan reproduksi semua organisme.
Mutasi Dominant Negative Gen Mutasi di mana produk gen mutan mengganggu fungsi produk gen normal (alel wild-type).
Driver Mutation Somatik (Kanker) Mutasi yang memberikan keuntungan pertumbuhan selektif pada sel tumor, berkontribusi langsung pada karsinogenesis.
Duplikasi (Duplication) Kromosom Penggandaan segmen kromosom, yang mengakibatkan adanya materi genetik ekstra.
Mutasi Dinamis (Dynamic Mutation) Gen Mutasi yang disebabkan oleh ekspansi sekuens DNA berulang (misalnya, trinucleotide repeats) yang cenderung bertambah panjang di generasi berikutnya.
Ekson (Exon) Umum Bagian dari gen yang akan ditranskripsi menjadi RNA dan diterjemahkan menjadi protein (bagian yang mengkode).
Epigenetik Umum Perubahan ekspresi gen yang diwariskan yang tidak melibatkan perubahan pada sekuens DNA itu sendiri (misalnya, metilasi DNA).
Euploidi Kromosom Memiliki jumlah set kromosom yang normal atau kelipatan pasti dari set haploid (n, 2n, 3n).
Fenotipe Umum Karakteristik fisik, biokimiawi, dan fisiologis yang dapat diamati dari suatu organisme, hasil interaksi genotipe dan lingkungan.
FISH (Fluorescence In Situ Hybridization) Teknik (TLM) Teknik sitogenetika yang menggunakan probe DNA berlabel fluoresen untuk mendeteksi keberadaan atau ketiadaan sekuens DNA spesifik pada kromosom.
Mutasi Frameshift (Pergeseran Kerangka) Gen Mutasi (insersi atau delesi) yang jumlah basanya bukan kelipatan tiga, sehingga mengubah kerangka pembacaan kodon.
Fusi Gen (Gene Fusion) Kromosom/Somatik Gen hibrid yang terbentuk dari dua gen yang sebelumnya terpisah, seringkali akibat translokasi (Contoh: BCR-ABL).
Mutasi Gain-of-Function Gen Mutasi yang menyebabkan produk gen memperoleh fungsi baru, fungsi yang ditingkatkan, atau ekspresi di lokasi/waktu yang salah (ektopik).
Gamet Umum Sel reproduktif haploid (sperma atau ovum) yang menyatu saat pembuahan untuk membentuk zigot.
Gen Umum Unit dasar pewarisan; segmen DNA yang mengkode produk fungsional (protein atau RNA).
Genom Umum Keseluruhan materi genetik (DNA) dari suatu organisme.
Genotipe Umum Komposisi genetik spesifik suatu individu pada lokus gen tertentu.
Mutasi Germinal (Germline) Umum Mutasi yang terjadi pada sel gamet (sperma atau ovum) dan dapat diwariskan ke keturunan.
Haploid (n) Kromosom Memiliki satu set kromosom lengkap (pada manusia, n=23).
Haploinsufisiensi Gen Kondisi di mana satu salinan gen yang fungsional (dari dua alel) tidak cukup untuk menghasilkan fenotipe normal.
Hemizigot Umum Memiliki hanya satu salinan gen (misalnya, gen pada kromosom X pada pria).
Heteroplasmi Gen (Mitokondria) Kehadiran campuran molekul DNA mitokondria (mtDNA) yang normal dan yang bermutasi di dalam satu sel.
Heterozigot Umum Memiliki dua alel yang berbeda pada lokus gen tertentu.
Homozigot Umum Memiliki dua alel yang identik pada lokus gen tertentu.
Hotspot Mutasi Gen Region pada DNA yang memiliki frekuensi mutasi jauh lebih tinggi daripada rata-rata.
Indel Gen Istilah gabungan untuk mutasi Insersi dan Delesi pada skala kecil (beberapa basa).
Mutasi Induksi Umum Mutasi yang disebabkan oleh paparan mutagen (agen fisik atau kimia).
Mutasi In-frame Gen Insersi atau delesi basa yang merupakan kelipatan tiga, sehingga tidak menggeser kerangka baca.
Insersi (Insertion) Gen Penambahan satu atau lebih pasangan basa nukleotida ke dalam sekuens DNA.
Intron Umum Segmen DNA non-pengkode di dalam gen yang ditranskripsi menjadi RNA tetapi dihilangkan (melalui splicing) sebelum translasi.
Inversi (Inversion) Kromosom Segmen kromosom yang urutannya terbalik 180 derajat.
Isokromosom Kromosom Kromosom abnormal yang memiliki dua salinan lengan pendek atau dua salinan lengan panjang (cermin).
Kariotipe (Karyotype) Teknik (TLM) Susunan kromosom lengkap suatu individu yang diurutkan berdasarkan ukuran dan bentuk, digunakan untuk deteksi aberasi.
Kodon Umum Urutan tiga nukleotida (triplet) pada mRNA yang menentukan asam amino spesifik atau sinyal stop selama sintesis protein.
Kodon Stop (Stop Codon) Umum Tiga kodon (UAA, UAG, UGA) yang memberi sinyal penghentian proses translasi (sintesis protein).
Kromatin Umum Kompleks DNA dan protein (terutama histon) yang membentuk kromosom di dalam nukleus sel eukariotik.
Kromosom Umum Struktur padat di dalam nukleus yang terdiri dari DNA yang terorganisir dan membawa informasi genetik.
Kromosom Cincin (Ring Chromosome) Kromosom Kromosom abnormal di mana kedua ujungnya telah menyatu membentuk struktur melingkar.
Kromosom Philadelphia Kromosom/Somatik Kromosom 22 yang abnormal pendek akibat translokasi resiprokal t(9;22), menghasilkan gen fusi BCR-ABL (khas pada CML).
Lokus (Locus) Umum Lokasi fisik atau posisi spesifik suatu gen pada kromosom.
Loss of Function (LoF) Gen Mutasi yang menyebabkan produk gen memiliki fungsi yang berkurang atau hilang sama sekali (biasanya resesif).
LOH (Loss of Heterozygosity) Somatik (Kanker) Hilangnya alel normal (wild-type) pada lokus heterozigot, seringkali mengungkap alel mutan resesif (khas pada gen supresor tumor).
Metilasi Epigenetik Modifikasi epigenetik (penambahan gugus metil) pada DNA, seringkali terkait dengan peredaman (silencing) gen.
Mismatch Repair (MMR) Mekanisme Sistem perbaikan DNA yang memperbaiki kesalahan pemasangan basa yang terjadi selama replikasi DNA.
Mutasi Missense (Salah Arti) Gen Substitusi basa yang mengubah kodon sehingga mengkode asam amino yang berbeda.
Mutasi Mitokondria Gen Mutasi pada DNA mitokondria (mtDNA), yang diwariskan secara maternal (dari ibu).
Monosomi Kromosom Kondisi aneuploidi di mana satu kromosom dari pasangan homolog hilang (2n-1).
Mosaikisme (Mosaicism) Somatik Kehadiran dua atau lebih garis sel dengan genotipe berbeda dalam satu individu, yang berasal dari satu zigot (hasil mutasi somatik pasca-zigotik).
mRNA (Messenger RNA) Umum Molekul RNA yang membawa informasi genetik dari DNA di nukleus ke ribosom di sitoplasma untuk sintesis protein.
Mutagen Umum Agen fisik (misal: radiasi UV) atau kimia (misal: asap rokok) yang dapat menyebabkan mutasi pada DNA.
Mutasi Umum Perubahan permanen pada sekuens materi genetik (DNA atau RNA).
NGS (Next-Generation Sequencing) Teknik (TLM) Teknologi sekuensing DNA berkapasitas tinggi yang memungkinkan pemetaan jutaan sekuens secara paralel.
Nondisjunction Kromosom Kegagalan kromosom homolog atau kromatid saudara untuk berpisah dengan benar selama pembelahan sel (meiosis atau mitosis). Penyebab utama aneuploidi.
Mutasi Nonsense (Nonsens) Gen Substitusi basa yang mengubah kodon asam amino menjadi kodon stop, menyebabkan terminasi translasi prematur.
Nukleotida Umum Unit dasar pembangun DNA dan RNA, terdiri dari basa nitrogen, gula (deoksiribosa/ribosa), dan gugus fosfat.
Nulisomi Kromosom Kondisi di mana sepasang kromosom homolog hilang (2n-2). Letal pada manusia.
Onkogen (Oncogene) Somatik (Kanker) Gen yang jika termutasi (seringkali gain-of-function) dapat berkontribusi pada transformasi sel normal menjadi sel kanker.
Passenger Mutation Somatik (Kanker) Mutasi somatik pada sel kanker yang tidak memberikan keuntungan pertumbuhan; terjadi secara kebetulan.
PCR (Polymerase Chain Reaction) Teknik (TLM) Teknik laboratorium untuk mengamplifikasi (memperbanyak) segmen DNA spesifik secara eksponensial.
Penetransi Gen Proporsi individu dengan genotipe mutan tertentu yang menunjukkan fenotipe terkait. (Incomplete penetrance = tidak semua pembawa mutasi sakit).
Inversi Parasentrik Kromosom Inversi segmen kromosom yang tidak melibatkan sentromer.
Inversi Perisentrik Kromosom Inversi segmen kromosom yang melibatkan (mencakup) sentromer.
Mutasi Titik (Point Mutation) Gen Perubahan pada satu pasangan basa tunggal dalam DNA. Istilah umum untuk substitusi.
Polimorfisme (Polymorphism) Umum Varian genetik umum (alel) yang ada dalam populasi pada frekuensi >1%.
Poliploidi Kromosom Kondisi memiliki lebih dari dua set kromosom haploid (misalnya, Triploidi 3n, Tetraploidi 4n).
Polisomi Kromosom Kondisi aneuploidi di mana terdapat lebih dari dua salinan kromosom tertentu (misalnya Trisomi, Tetrasomi).
Premature Termination Codon (PTC) Gen Kodon stop yang muncul lebih awal dari seharusnya, biasanya akibat mutasi nonsens atau frameshift.
Promoter Umum Region DNA (biasanya di hulu gen) di mana RNA polimerase menempel untuk memulai transkripsi.
Proto-onkogen Somatik (Kanker) Gen normal yang mengatur pertumbuhan dan diferensiasi sel, yang jika bermutasi menjadi onkogen.
Purin Umum Jenis basa nitrogen dengan struktur dua cincin (Adenin dan Guanin).
Pirimidin Umum Jenis basa nitrogen dengan struktur satu cincin (Sitosin, Timin, Urasil).
Replikasi DNA Umum Proses biologis menghasilkan dua replika DNA identik dari satu molekul DNA asli. Kesalahan di sini adalah sumber mutasi spontan.
Restriksi Enzim (Restriction Enzyme) Teknik (TLM) Enzim (biasanya dari bakteri) yang memotong DNA pada sekuens pengenalan spesifik. Digunakan dalam PCR-RFLP.
Reversi (Reversion) Gen Mutasi kedua yang mengembalikan fenotipe mutan kembali ke fenotipe normal (wild-type).
RFLP (Restriction Fragment Length Polymorphism) Teknik (TLM) Variasi panjang fragmen DNA setelah dipotong oleh enzim restriksi, sering digunakan untuk mendeteksi mutasi titik yang mengubah situs pemotongan.
RNA (Asam Ribonukleat) Umum Molekul polimer yang terlibat dalam berbagai peran biologis dalam mengkode, dekode, regulasi, dan ekspresi gen.
Sekuensing (Sequencing) Teknik (TLM) Proses menentukan urutan basa nukleotida yang tepat dalam molekul DNA.
Sentromer Kromosom Region pada kromosom tempat kromatid saudara menempel, penting untuk pembelahan sel.
Mutasi Diam (Silent Mutation) Gen Substitusi basa yang tidak mengubah asam amino yang dikode (karena degenerasi kode genetik).
Sindrom Umum Kumpulan gejala atau tanda klinis yang secara konsisten terjadi bersamaan, mencirikan kelainan tertentu.
SNP (Single Nucleotide Polymorphism) Gen Variasi DNA yang paling umum, terjadi ketika satu nukleotida tunggal berbeda antar individu. (Seringkali merupakan polimorfisme, bukan mutasi patogenik).
Mutasi Somatik Somatik Mutasi yang terjadi pada sel tubuh (non-gamet) setelah pembuahan. Tidak diwariskan.
Mutasi Splice Site Gen Mutasi pada batas intron-ekson yang mengganggu proses splicing (pemotongan intron), seringkali menyebabkan ekson terlewati (exon skipping) atau intron tertahan.
Splicing (Penyambungan) Umum Proses pemotongan intron dari pre-mRNA dan penyambungan ekson untuk membentuk mRNA matang.
Mutasi Spontan Umum Mutasi yang terjadi secara alami akibat proses seluler internal (misal: kesalahan replikasi DNA).
Substitusi Gen Penggantian satu pasangan basa dengan pasangan basa lain (Transisi atau Transversi).
Telomer Kromosom Struktur DNA-protein berulang di ujung kromosom eukariotik, melindungi ujung kromosom dari degradasi.
Tetrasomi Kromosom Kondisi aneuploidi di mana terdapat empat salinan kromosom tertentu (2n+2).
Transkripsi Umum Proses sintesis RNA dari cetakan (template) DNA.
Transisi (Transition) Gen Substitusi basa purin-ke-purin (A↔G) atau pirimidin-ke-pirimidin (C↔T).
Translasi Umum Proses sintesis protein (polipeptida) di ribosom berdasarkan urutan kodon pada mRNA.
Translokasi (Translocation) Kromosom Perpindahan segmen kromosom ke lokasi baru, seringkali ke kromosom non-homolog.
Translokasi Resiprokal Kromosom Pertukaran timbal balik segmen antara dua kromosom non-homolog.
Translokasi Robertson Kromosom Fusi dua kromosom akrosentrik di sentromer, dengan hilangnya lengan pendek (p).
Transposon (Jumping Gene) Gen Elemen DNA yang dapat berpindah (melompat) ke lokasi berbeda di dalam genom.
Transversi (Transversion) Gen Substitusi basa purin-ke-pirimidin atau sebaliknya (misal: A↔T, A↔C, G↔T, G↔C).
Trinucleotide Repeat Expansion Gen Jenis mutasi dinamis di mana urutan tiga basa (triplet) berulang secara tidak stabil dan bertambah banyak (misal: CAG pada penyakit Huntington).
Triploidi Kromosom Kondisi poliploidi di mana terdapat tiga set kromosom haploid (3n).
Trisomi Kromosom Kondisi aneuploidi di mana terdapat tiga salinan kromosom tertentu (2n+1).
Gen Supresor Tumor (Tumor Suppressor Gene) Somatik (Kanker) Gen normal yang melindungi sel dari kanker (misal: mengatur siklus sel, perbaikan DNA). Mutasi loss-of-function pada kedua alel dapat memicu kanker.
Two-Hit Hypothesis (Knudson) Somatik (Kanker) Hipotesis bahwa kanker dari gen supresor tumor memerlukan dua ‘serangan’ mutasi (inaktivasi kedua alel) untuk terjadi.
Varian (Variant) Umum Istilah modern yang lebih netral untuk menggambarkan perbedaan sekuens DNA, menggantikan ‘mutasi’ dan ‘polimorfisme’.
VUS (Variant of Uncertain Significance) Gen/Teknik (TLM) Varian genetik yang terdeteksi, tetapi dampak klinis atau patogenisitasnya belum diketahui secara pasti.
Wild Type (Tipe Liar) Umum Alel atau fenotipe yang paling umum ditemukan di alam atau dalam populasi standar (dianggap ‘normal’).
X-linked (Terkait-X) Umum Pola pewarisan gen yang terletak di kromosom X.
Zigot Umum Sel diploid pertama yang terbentuk dari fusi gamet jantan (sperma) dan betina (ovum) saat pembuahan.

Demikian daftar istilah/ glosarium terkait mutasi yang wajib dipahami oleh seorang mahasiswa TLM, terima kasih!

5/5 - (1 vote)

Ahmad Hidayat is an academic and Medical Laboratory Scientist whose expertise lies at the intersection of clinical diagnostics and immunological science. He bridge theory and practice as a Lecturer and as the Founder of Labmed Indonesia, an organization dedicated to enhancing the standards and capabilities of laboratory medicine professionals in Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sangat Direkomendasikan