Pernahkah kamu bertanya-tanya, bagaimana bisa yakin hasil tes darah, urin, atau sampel lainnya dari laboratorium itu akurat dan bisa dipercaya? Jawabannya terletak pada sebuah proses penting yang disebut akreditasi laboratorium kesehatan. Ini bukan sekadar stiker atau sertifikat di dinding, melainkan sebuah jaminan mutu yang krusial bagi keselamatan pasien dan penegakan diagnosis yang tepat.
Banyak orang mungkin menganggap semua laboratorium sama saja. Padahal, di balik layar, ada serangkaian standar ketat yang harus dipenuhi untuk memastikan setiap angka dan temuan yang keluar dari alat analisis memiliki validitas tinggi. Melalui artikel ini, kami akan mengupas tuntas seluk-beluk akreditasi laboratorium kesehatan, dari pengertian dasarnya, standar internasional yang digunakan, hingga manfaat nyata yang bisa kamu rasakan sebagai pasien.
Secara sederhana, akreditasi laboratorium kesehatan adalah proses pengakuan formal oleh sebuah badan independen yang berwenang—di Indonesia adalah Komite Akreditasi Nasional (KAN)—bahwa sebuah laboratorium kompeten untuk melakukan pengujian atau kalibrasi tertentu. Kompeten di sini berarti laboratorium tersebut memiliki semua yang dibutuhkan: personel yang terampil, metode yang tervalidasi, peralatan yang terkalibrasi, serta sistem manajemen mutu yang solid.
Tujuan utamanya adalah untuk memastikan laboratorium memberikan pelayanan yang bermutu tinggi, aman, dan dapat dipertanggungjawabkan. Ini bukan proses sekali jadi, melainkan sebuah siklus berkelanjutan yang melibatkan evaluasi dan pengawasan secara berkala untuk mempertahankan standar yang telah dicapai.
“Akreditasi menjadi alat penting untuk mendorong perbaikan berkelanjutan dalam praktik laboratorium. Status diakreditasi merupakan simbol bagi laboratorium kesehatan dan dapat meningkatkan citra dan kepercayaan masyarakat.”
Standar acuan utama yang diakui secara global untuk laboratorium medis adalah ISO 15189:2022 (Medical laboratories — Requirements for quality and competence). Standar ini secara spesifik dirancang untuk lingkup medis, yang berarti fokus utamanya adalah keselamatan dan kesejahteraan pasien (patient care).
Mungkin kamu pernah mendengar tentang standar ISO lain, seperti ISO 9001 (untuk manajemen mutu secara umum) atau ISO/IEC 17025 (untuk laboratorium pengujian dan kalibrasi secara umum). Lantas, apa yang membuat ISO 15189 spesial?
Perbedaan paling mendasar adalah fokusnya. Jika ISO 17025 berfokus pada keabsahan teknis hasil pengujian secara umum, ISO 15189 melangkah lebih jauh dengan mengintegrasikan kebutuhan klinis dan keselamatan pasien ke dalam setiap tahapannya. Ini mencakup seluruh alur kerja, mulai dari persiapan pasien sebelum pengambilan sampel (tahap pra-analitik), proses pengujian itu sendiri (analitik), hingga interpretasi dan pelaporan hasil (pasca-analitik).
Standar ini mengatur berbagai aspek krusial, termasuk:
| Aspek | ISO 15189 (Laboratorium Medis) | ISO/IEC 17025 (Laboratorium Umum) |
|---|---|---|
| Fokus Utama | Keselamatan dan perawatan pasien (patient care), proses klinis. | Kompetensi teknis dan validitas hasil pengujian/kalibrasi. |
| Lingkup Proses | Mencakup pra-analitik, analitik, dan pasca-analitik secara mendetail. | Fokus utama pada tahap analitik (pengujian/kalibrasi). |
| Konsultasi Klinis | Mendorong adanya layanan konsultasi untuk interpretasi hasil. | Tidak menjadi persyaratan utama. |
| Etika | Persyaratan etika dalam pelayanan kesehatan sangat ditekankan. | Fokus pada objektivitas dan kerahasiaan umum. |
Mendapatkan status “terakreditasi” bukanlah hal yang mudah. Laboratorium harus melalui serangkaian tahapan yang ketat dan terdokumentasi dengan baik yang diselenggarakan oleh KAN. Proses ini, meskipun menantang, memastikan bahwa laboratorium benar-benar siap dan berkomitmen pada mutu.

Tantangan terbesar dalam proses ini sering kali adalah membangun budaya mutu yang konsisten, keterbatasan sumber daya, dan pemenuhan dokumentasi yang sangat detail. Namun, investasi ini sangat sepadan dengan manfaat yang didapat.
Pada akhirnya, semua proses rumit ini bermuara pada satu tujuan utama: memberikan pelayanan terbaik bagi pasien. Jadi, apa saja keuntungan langsung yang kamu dapatkan saat memilih laboratorium yang terakreditasi?
Untuk memahami lebih mendalam, silahkan simak rekaman webinar dari PT. Diastika Biotekindo yang berjudul “Quality Management System Base on ISO 15189 Bio-Rad“.
Akreditasi laboratorium kesehatan berdasarkan standar ISO 15189 bukanlah sekadar formalitas administrasi. Ia adalah sebuah komitmen mendalam terhadap mutu, kompetensi teknis, dan yang terpenting, keselamatan pasien. Dengan memahami pentingnya akreditasi, kamu sebagai pasien menjadi lebih berdaya.
Saat kamu atau keluargamu membutuhkan layanan pemeriksaan laboratorium, jangan ragu untuk bertanya atau mencari tahu apakah laboratorium tersebut telah terakreditasi oleh KAN. Memilih fasilitas yang terakreditasi adalah langkah cerdas untuk memastikan kamu mendapatkan diagnosis yang akurat, perawatan yang tepat, dan pelayanan kesehatan yang bisa kamu percaya sepenuhnya. Kesehatanmu terlalu berharga untuk dipertaruhkan pada hasil yang tidak terjamin.
*Artikel ini telah ditinjau secara seksama oleh redaksi Labmed Indonesia
Ahmad Hidayat is an academic and Medical Laboratory Scientist whose expertise lies at the intersection of clinical diagnostics and immunological science. He bridge theory and practice as a Lecturer and as the Founder of Labmed Indonesia, an organization dedicated to enhancing the standards and capabilities of laboratory medicine professionals in Indonesia.